Oprah Winfrey dan Kisah Hidupnya

Sudah pukul setengah 11 lewat dan rasanya masih terlalu pagi untuk tidur. Apalagi untuk saya yang akhir-akhir ini tidak melakukan kegiatan yange berarti sama sekali. Yap..jujurnya memang begitu.

936full-oprah-winfreyMalam ini karena jenuh dengan berbagai social network dan nggak punya kerjaan, jadilah saya mengotak-atik berbagai sumber dan mencoba untuk lebih mengenal seorang tokoh yang cukup berpengaruh di dunia zaman sekarang. Ya, siapa yang nggak kenal Oprah Winfrey? Seorang selebriti dan pengusaha AS dan menjadi salah seorang miliarder di dunia. Dan tentu saja, dengan acara talk shownya yang mendunia, The Oprah Winfrey Show. Pernah nonton kan? Atau paling tidak pernah dengarlah.

Oke, mungkin hampir semua orang sudah pada kenal ya. Tapi, bagaimana dengan biografi Oprah Winfrey sendiri? Masa lalunya? Apakah dari kecil dia sudah dapat hidup mewah seperti sekarang?

Sebenarnya, saya sudah mendengar sedikit kisah tentang masa lalu Oprah,tapi nggak pernah kepikiran buat tahu lebih banyak lagi. Mungkin sebagian dari kita juga begitu, ya?

Makanya malam ini kepikiran buat nulis sedikit kisah tentang Oprah. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua.

oprah-girlLahir di Kosciusko, Mississippi, Amerika Serikat, 29 Januari 1954 dan diberi nama Oprah Gail Winfrey. Karena kedua orang tuanya bercerai, ia harus tinggal bersama neneknya yang cukup keras, Hattie Mae, di sebuah peternakan selama enam tahun. Ayahnya sendiri merupakan mantan serdadu yang kemudian beralih menjadi tukan cukur, sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tinggal di peternakan bersama neneknya bukanlah kehidupan yang bisa dibilang berkecukupan, bahkan bisa dibilang sangat miskin. Namun, semua keadaan itu tidak membuat bakat Oprah kecil menjadi hilang begitu saja. Di umur 3 tahun, Oprah kecil sudah mampu membaca Injil dengan keras. Mmh..seingat saya, saya baru bisa membaca pada umur 5 tahun ._.

“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia,” ucapnya di suatu wawancara.

Kemudian, Oprah tinggal bersama ibunya, Vernita, di Wisconsin. Namun, kemiskinan masih saja memenuhi hidup Oprah. Ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga tidak dapat memberikan perhatian yang cukup kepada Oprah dan kedua saudara tirinya. Untuk menarik perhatian ibunya, Oprah pun sering kabur dari rumah. Segala kesusahan yang dialam Oprah tidak cukup sampai di situ saja. Pada usianya yang masih tergolong anak-anak, yakni 9 tahun, ia mengalami pelecehan seksual. Ia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya bersama teman-temannya selama berulang kali. Hingga akhirnya, pada saat Oprah menginjak usia 14 tahun, ia mengandung seorang bayi. Namun sayang, bayinya tidak bertahan lama setelah dilahirkan dan meninggal saat berumur 2 minggu.

Segala kepedihan yang dialami Oprah tidak membuatnya terpuruk begitu saja. Akhirnya, ia memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya, Vernon Winfrey, dan ibu tirinya, Zelma, yang pada saat itu telah menjadi anggota terhormat masyarakat Tennessee. Sebenarnya, Oprah sangat takut terhadap ayahnya, namun di lubuk hatinya ia bertekad untuk mengubah hidupnya dan menunjukkan siapa dia sebenarnya. Dan dimulailah kisah hidup Oprah di Nashville..

Oprah yang telah tumbuh menjadi seorang remaja memiliki perilaku yang cukup negatif dengan nilai-nilai sekolah yang tidak cukup baik. Hal ini tentu saja tidak dapat ditolerir oleh ayahnya yang menjunjung tinggi kedisiplinan. Akhirnya, ayahnya mengambil tindakan tegas terhadap Oprah dan tidak bersedia menerima nilai sekolah Oprah selain nilai A.

Tentu saja semua hal ini tidak mudah bagi Oprah, bahkan ada perasaan benci dalam hatinya. Tapi, justru itulah yang sungguh ia perlukan, orang tua yang membuat peraturan dan menerapkannya dengan tegas, tapi juga memberikan cinta dan perhatian yang diinginkannya. Perlahan-lahan, ia pun mulai bangkit dan menemukan kepercayaan dirinya kembali.

Nilai sekolah Oprah membaik, bahkan sangat baik. Ia pun menjadi remaja yang ramah dan populer di tengah-tengah teman-temannya.

Pada usia 16 tahun, Oprah menempuh perjalanannya ke Los Angeles untuk menjadi pembicara di suatu gereja. Tidak hanya itu, ia menjadi siswi teladan dan berprestasi saat duduk di bangku SMA. Kecerdasannya ini menghantarkannya ke Gedung Putih dan dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke bangku kuliah.

Oprah Winfrey's childhood photosTidak hanya cerdas, Oprah juga memiliki kecantikan yang membuatnya menjadi salah satu pemenang di sebuah kontes kecantikan.

Pada usia 17 tahun, Oprah memulai karirnya sebagai seorang penyiar berita di sebuah stasiun radio lokal. Bahkan ia memperoleh bayaran yang cukup besar pada zaman itu tiap minggunya.

Pada usianya yang ke-19, ia ditemukan oleh sebuah stasiun televisi di Nashville untuk dipekerjakan sebagi wartawan dan penyiar berita. Ia adalah wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai
debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking.

Pada 1984, Oprah mendapatkan terobosan besar. Dia diminta menjadi pemandu acaranya sendiri disebuah Chicago. Acara A. M. Chicago mengudara pada waktu yang sama dengan acara Phill Donahue Show yang populer. Tetapi tidak butuh waktu lama bagi Oprah untuk menurunkan Phill dan takhtanya. Dalam waktu singkat dia menjadi bintang di 120 kota besar di seluruh Amerika.

0000034751_20061021013337

 

 

the-oprah-winfrey-show-mobile-wallpaper_1650The Oprah Winfrey Show membuat debut nasional pertamanya pada tahun 1986, dan meraih sukses dengan cepat dengan menjadi pertunjukan yang paling populer di televisi, menjadikannya wanita kulit hitam yang bangkit dari kemiskinan dan menjadi bintang dengan bayaran tertinggi.

The Oprah Winfrey Show menjadi talk show nomor satu saat itu. Acara ini ditonton oleh 48 juta pemirsa setiap minggunya di Amerika dan disiarkan secara internasional di 126 negara.

Sungguh menakjubkan, bukan?

Seorang anak miskin yang pada mulanya seperti tidak punya harapn lagi akhirnya mampu bangkit dan membuktikan dirinya. Masa lalunya yang cukup kelam menumbuhkan sikap peduli yang sangat tinggi dalam hati Oprah bagi orang-orang di sekitarnya, terutama yang kurang beruntung. Kedermawannannya patut diacungi jempol, layaknya seorang malaikat yang tidak pernah lelah untuk berbagi dengan sesamanya dan berjuang untuk dunia yang penuh dengan cinta kasih.

 

220px-O_Magazine_coverTidak hanya sampai di situ, pada bulan April tahun 2000, Oprah dan Majalah Hearts memperkenalkan OThe Oprah Magazine. Majalah tersebut menjadi majalah yang sukses dalam sejarah penerbitan dengan sirkulasi 2,3 juta pembaca setiap bulannya.

Pada bulan April 2002, Oprah meluncurkan edisi pertama internasional dari O, The Oprah Magazine di Afrika Selatan.

Ternyata, pada masa kanak-kanaknya, Oprah kecil mempunyai mimpi untuk dapat menjadi seorang bintang film. Hal ini pun telah terwujud sekarang dengan berakting dalam drama milik beberapa penulis brilian, melalui perusahaan filmnya, Harpo Productions, antara lain The Color Purple (1985), Native Son, The Women of Brewster Place (1989), Before Women Had Wings(1997), dan Beloved (1998).

Oprah juga menjadi Produser Broadway teater “The Color Purple”, membuat situsnya sendiri (http://www.oprah.com/index.html), dan memiliki radio satelit, Oprah and Friends. 

Segala kesuksesannya itu membuat Oprah berhasil meraih berbagai macam penghargaan, antara lain :

  • 2006
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di Seluruh Dunia.
Library Lion 2006 dari Perpustakaan Publik New York (The New York Public Library).
  • 2005
2005 National Freedom Award dari Musium Hak-hak Sipil Nasional (National Civil Rights Museum)
National Association for the Advancement of Colored People — Hall of Fame
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di Seluruh Dunia.
2005 International Emmy Founders Award dari International Academy of Television Arts & Sciences.
  • 2004
Penghargaan Global Aksi-aksi Kemanusiaan (Global Humanitarian Action Award ) dari Asosiasi PBB Amerika (United Nations Association of the United States of America)
Penghargaan atas Jasa Terhormat (Distinguished Service Award) dari Asosiasi Penyiaran Nasional (National Association of Broadcasters)
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di Seluruh Dunia.
  • 2003
Association of American Publishers – AAP Honors Award
  • 2002
54th Annual Primetime Emmy Awards® – Bob Hope Humanitarian Award
Broadcasting & Cable – Hall of Fame
  • 1999
National Book Foundation – 50th Anniversary Gold Medal
  • 1998
National Academy of Television Arts & Sciences® – Lifetime Achievement Award
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di abad ke 20th.
  • 1997
Newsweek – Most Important Person in Books and Media
TV Guide – Television Performer of the Year
  • 1996
International Radio & Television Society Foundation – Gold Medal Award
George Foster Peabody Awards – 1995
Individual Achievement Award.
Oprah-WinfreyNamun, di balik segala kesusesan yang berhasil diraihnya tersebut, tidak menjadikan Oprah menjelma menjadi seorang miliarder yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Oprah bahkan mendirikan yayasan untuk membantu sesama kita yang kurang beruntung, yakni The Angel Network (http://www.oprah.com/angel_network.html).
Sungguh sebuah kisah yang patut diteladani, bukan? 
Harapan pasti akan selalu ada kok. Seburuk apa pun keadaan kita hari ini atau segelap apa pun jalan yang kita lalui, akan selalu ada cahaya harapan asal kita mau berusaha dan bangkit. Kita gagal saat kita berhenti untuk mengusahakan sampai batas kemampuan kita. Jadi, apa pun mimpi kita saat ini, jangan biarkan berlalu dan menjadi sebuah angan-angan belaka. Bermimpi, berusaha, wujudkan! Let’s do the best and God take the rest 🙂
Nggak ada yang mustahil, seperti kisah Oprah Winfrey . .
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s