30112011-30112012

Mmh…ini sudah tgl 30 november lg ya..tidak terasa sudah setahun..
Tahun lalu masih d Makassar, pakai seragam putih abu”..tidak terasa waktu cepat berlalu ya..huhu
Sy ingat sekali setahun lalu kira” sekarang sedang ulangan matematika..dan betapa niat bolos itu sangat besar..haha
Sehari sebelumnya saya hujan-hujanan ke RS buat ketemu ayah.. Waktu itu ayah sudah tidak sadar dan yang jenguk ayah penuh sekali.. Akhirnya saya cuma bisa menunggu depan kamar ayah dan mengamati mobil” yg berlalu-lalang d fly over..
Saya tidak mengerti perasaan apa itu..yg saya tahu waktunya tidak lama lagi..
Sebelum pulang ke rumah, saya menggenggam tangan ayah erat.. Tapi ayah tidak bisa diam.. Ayah gelisah dan selalu berusaha mencabut infusnya.. D tentu saja akibatnya darahnya berceceran ke mana”..
Dan darah penderita sirosis itu mengandung virus, jadi saya harus puas hanya bisa mengamati ayah dr jarak 1 meter..
Sebelum pulang ke rumah, saya hanya bisa berdoa dan berharap besok masih bisa melewatkan waktu sepanjang hari bersama ayah.. Walaupun ayah sudah tidak sadar lagi waktu itu.
Besoknya, saat ulangan matematika, saya tidak bsa konsentrasi dengan baik. Yang saya pikir cuma pulang ke RS dan bersama ayah.
Akhirnya, setelah ulangan selesai, saya segera ke BK dan berbohong bahwa saya sakit agar bisa pulang.. Sampai d asrama, saya sangat penasaran tentang penyakit ayah, seberapa lama beliau dapat bertahan. Selama ini, kakak saya sering menjelaskannya pada saya, tp dia tidak pernah bilang sampai kapan tepatnya ayah dapat bertahan. Dan setelah mencari di internet, saya makin sadar bahwa waktunya memang tidak lama lagi dan saya ingat waktu itu saya menangis sendirian di asrama..
Akhirnya, saya menghubungi kakak saya, dan dia bilang sedag tidak di RS. Ayah muntah darah pagi itu, dan kakak saya tidak tahan dengan darah. Akhirnya mama menyuruh kakak saya pulang saja dulu.
Saya ingat, barusan saya membaca aka adanya fase bernama varisies esophagus.. Dan saya rasa fase ini telah terjadi sekarang..
Akhirnya, saya memutuskan untuk segera ke RS. Dan di tengah jalan, ada panggilan telepon dari mama. Tapi, saat saya angkat, bukan mama yg bicara. Dan wanita di seberang telepon mengatakan bahwa ayah saya sudah menunggu saya..
Dan saya tidak bisa berkata apa” lagi..
Saya masih ingat perasaan itu.. Saat perjalanan ke RS otak saya terasa beku.. Saya bertemu dengan kakak saya di depan lift, tapi kami tidak berkata apa” satu sama lain. Dan saat keluar dari lift, tempat mayat RS telah menunggu di depan kamar ayah… 😥
Sudah setahun ayah.. Tapi semua kenangan ini masih segar dalam ingatan saya.. Saya rindu ayah.. Saya sayang ayah.. Saya cinta ayah..
Dan saya masih ingat janji saya setahun lalu ayah, dan saya berjanji akan mewujudkannya.. Seberat apapun itu.. Semua demi ayah :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s